MEDAN | DANews.id – Sebanyak 17 murid SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, mengalami mual dan muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026). Belasan murid tersebut mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Imelda Medan.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 10.05 WIB. Sejumlah murid dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG di sekolah.
Salah seorang wali murid, Siti Nurzanah, mengatakan dirinya melihat sejumlah guru panik ketika tiba di sekolah untuk mengantar anaknya. Saat itu, beberapa murid mengalami muntah-muntah.
Siti kemudian mengetahui anaknya turut mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG.
Keluarga murid lainnya, Heri Setiawan, mengaku terkejut setelah mendapat kabar cucunya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Saat melihat kondisi cucunya, Heri mendapati murid tersebut lemas dan mengeluhkan pusing.
Murid itu kemudian mendapatkan penanganan medis berupa infus.
Adapun menu MBG yang dibagikan kepada para murid terdiri atas nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak.
Salah seorang wali murid mengaku mendapat informasi bahwa susu yang dibagikan diduga menggumpal. Namun, belum ada kepastian bahwa susu tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para murid.
Berdasarkan informasi pada Jumat sore, sebanyak 11 murid telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara enam murid lainnya masih menjalani observasi.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah bersama instansi terkait melakukan koordinasi untuk menyelidiki dugaan keracunan tersebut.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para murid, termasuk kemungkinan kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.








