Medan

Disdik Medan Bungkam Soal Siswa SD Integritas Bangsa Patah Tangan

×

Disdik Medan Bungkam Soal Siswa SD Integritas Bangsa Patah Tangan

Sebarkan artikel ini
SD Integritas Bangsa di Medan yang menjadi sorotan terkait kecelakaan siswa saat jam belajar
SD Integritas Bangsa menjadi sorotan setelah seorang siswa kelas IV mengalami patah tulang pergelangan tangan saat mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. (Foto/Dok)

MEDAN | DANEWS.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan belum memberikan penjelasan tegas terkait kecelakaan yang dialami Jaya Pratama Ambarita, siswa kelas IV SD Integritas Bangsa. Jaya mengalami patah tulang pergelangan tangan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Ayah Jaya, Reynol Josep Hasudungan (43), kecewa terhadap pihak sekolah. Menurutnya, setelah kejadian tersebut, sekolah tidak langsung membawa Jaya ke klinik atau rumah sakit, melainkan menghubungi ibunya dan meminta keluarga membawa anak tersebut untuk mendapat perawatan.

Kekecewaan Reynol semakin bertambah karena pihak sekolah dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab terhadap biaya pengobatan Jaya. Ia juga menyebut guru yang mengajar saat kejadian diduga lalai. Selain itu, menurut Reynol, pihak sekolah, guru maupun teman sekelas tidak datang menjenguk Jaya selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Karena persoalan tersebut, Reynol meminta bantuan Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Sumatera Utara. Ketua PBHI Sumut, Ganda Maruhum Napitipulu, SH, MH, mengatakan pihaknya telah dua kali melayangkan surat kepada SD Integritas Bangsa untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.

“Kami sudah melayangkan surat permintaan klarifikasi dan pertanggungjawaban kepada pihak sekolah, namun belum ada klarifikasi dari pihak sekolah tersebut. Sudah dua kali kami layangkan surat kepada pihak sekolah. Pertama pada tanggal 24 Agustus 2026 dan yang kedua pada tanggal 01 September 2026,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).

Ganda meminta pihak sekolah kooperatif menyelesaikan persoalan tersebut. Jika tidak ada tanggapan dalam waktu satu minggu, PBHI Sumut akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Bila tidak juga ditanggapi oleh pihak sekolah dalam seminggu ini, kami akan membawa masalah ini ke ramah hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Integritas Bangsa Ayang Kuswira dan pengawas sekolah Apridayani belum memberikan penjelasan meski telah dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Baca Juga  Terima Kunjungan Dubes Prancis, Wawako Medan Buka Kerja Sama Pendidikan Hingga Industri Kreatif

Disdik Kota Medan juga belum memberikan klarifikasi langsung. Kepala Disdik Medan Ahmad Barli Mulia Nasution melalui Sekretaris Disdik Andy Yudhistira sebelumnya mengarahkan konfirmasi kepada Kabid SD H. Mujiono.

Namun, Mujiono tidak memberikan tanggapan. Andy kemudian meneruskan jawaban Kabid SD yang menyebut kepala sekolah telah memberikan sumbangan biaya pengobatan kepada keluarga Jaya dan bantuan tersebut sudah diterima orangtuanya.

“Disdik menyarankan agar bersepakat kedua pihak dibuat secara tertulis. Hari ini akan kita tìndaklanjuti kembali pak. Ini jawaban Kabid SD ya pak,” tulis Andy.

Ketika diminta memastikan apakah informasi tersebut merupakan versi pihak sekolah, Andy kembali mengarahkan konfirmasi kepada Mujiono. Namun, Mujiono tetap tidak memberikan penjelasan.

Upaya konfirmasi kemudian diarahkan kepada Kepala Tim SD Disdik Kota Medan, Erina Manik. Meski pesan WhatsApp telah terbaca, hingga berita ini diterbitkan Erina belum memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *