Daerah

Megawati Pantau Korban Keracunan MBG di Karo

×

Megawati Pantau Korban Keracunan MBG di Karo

Sebarkan artikel ini
Rapidin Simbolon menyerahkan bantuan tabungan kepada pelajar korban keracunan MBG di Karo
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon menyerahkan tali asih berupa tabungan kepada pelajar korban keracunan MBG di Gedung Kesenian Taman Budaya Karo, Berastagi. (Foto/Dok)

KARO | DANews.id – Sebanyak 499 pelajar yang menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo mendapat perhatian dari PDI Perjuangan. DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih berupa tabungan kepada para pelajar tersebut di Gedung Kesenian Taman Budaya Karo, Berastagi, Sabtu (3/10/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon menyerahkan bantuan tersebut didampingi Wakil Ketua Bidang Politik Sutrisno Pangaribuan, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto, dan Wakil Ketua Bidang Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Sumut Sorta Ertaty Siahaan. Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan bersama sejumlah anggota legislatif asal Karo turut hadir.

Rapidin mengatakan PDI Perjuangan terus memantau kondisi para pelajar sejak kejadian keracunan MBG. Menurut dia, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri setelah dirinya melaporkan kondisi korban.

“Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, menyatakan kepada saya agar menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang telah terkena dampak keracunan daripada makanan bergizi itu,” kata Rapidin.

Selain menyampaikan salam Megawati, Rapidin memberikan penguatan kepada para pelajar dan orang tua. Ia menegaskan kader PDI Perjuangan ingin hadir mendampingi keluarga yang masih menghadapi dampak kejadian tersebut.

“Kedatangan kami adalah memberikan makna atau arti bahwa kalian, ibu bapak, bukan sendirian. Kader-kader perjuangan turut juga merasakan apa yang bapak ibu rasakan,” ujarnya.

Untuk merealisasikan bantuan, DPD PDI Perjuangan Sumut menyiapkan rekening tabungan bagi para korban melalui kerja sama dengan BRI. Rapidin mengatakan bantuan tersebut tidak berhenti di Karo karena pihaknya juga akan memperhatikan anak-anak di daerah lain di Sumatera Utara yang mengalami kejadian serupa.

Selain bantuan, pertemuan tersebut membahas evaluasi pola penyaluran MBG. Sejumlah orang tua meminta pemerintah memperbaiki mekanisme program agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga  Enggar Buchori: Pancasila Harus Jadi Kompas Etika di Ruang Digital

Rapidin mengaku telah menyampaikan usulan perubahan pola MBG, termasuk saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Jakarta. Ia mengusulkan agar anggaran MBG diberikan langsung kepada orang tua melalui rekening.

Menurut Rapidin, jika anggaran Rp15 ribu per porsi diberikan selama lima hari dalam sepekan, pemerintah dapat menghitung kebutuhan bulanan dan menyalurkannya secara berkala kepada keluarga sasaran. Mekanisme itu, menurut dia, dapat memperjelas penerima dan memudahkan pengawasan penggunaan anggaran.

Ia juga mengusulkan agar makanan yang dibawa anak dari rumah diperiksa ahli gizi sehingga kandungan nutrisinya tetap memenuhi standar MBG.

“Semestinya masyarakat atau anak didik ini harus dibantu pemerintah. Misalnya 30 orang dalam satu kelas, pasti ada 10 orang anak orang kaya. Dan anak orang kaya ini kan belum tentu membutuhkan MBG. Semestinya itu uang ditransfer kepada ibu-ibu,” ujarnya.

Rapidin menegaskan perhatian terhadap korban tidak hanya diwujudkan melalui bantuan. PDI Perjuangan, kata dia, akan terus mengikuti perkembangan kondisi anak-anak terdampak serta menyerap aspirasi orang tua terkait pelaksanaan MBG.

Ia menyampaikan pesan Megawati agar kader tetap berada di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan.

“Jadi Ibu Megawati menyampaikan, Anda sebagai kader harus berada di tengah masyarakat, suka maupun duka. Di sana agar memberikan penguatan. Itulah yang diperintahkan Ibu Mega kepada kami,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *