ASAHAN | DANews.id – DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali memberikan tali asih kepada siswa terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, bantuan diberikan kepada 21 siswa di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026).
Pemberian tali asih tersebut merupakan lanjutan kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan PDI Perjuangan Sumut di Kabupaten Karo. Bantuan menjadi bentuk kepedulian kader kepada siswa dan keluarga yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan program MBG.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan bantuan tersebut sekaligus menjadi dukungan moral bagi siswa dan keluarga.
“Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi,” ujar Sutrisno.
Ia mengatakan perhatian tersebut tidak hanya menyangkut nilai bantuan, tetapi juga memastikan siswa dan keluarga merasa didampingi setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan.
Tali asih disalurkan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan besaran disesuaikan kondisi siswa. Siswa yang menjalani rawat inap mendapat Rp500 ribu, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu.
Khusus siswa di Kabupaten Karo yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang.
“Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka,” kata Sutrisno.
Penyerahan di Asahan semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB. Namun, waktu pelaksanaan dimajukan menjadi pukul 10.00 WIB agar menyesuaikan jadwal belajar siswa.
DPD PDI Perjuangan Sumut menugaskan Sekretaris Soetarto menyerahkan bantuan tersebut. Ia didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Asahan Rosmansyah, pengurus DPC, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Asahan.
Sutrisno menegaskan perhatian terhadap siswa terdampak MBG tidak berhenti pada pemberian tali asih. PDI Perjuangan Sumut juga akan terus memantau perkembangan kondisi siswa dan mendorong agar pelaksanaan program MBG semakin memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak.
“Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan mereka,” tegasnya.
Setelah Asahan, PDI Perjuangan Sumut dijadwalkan melanjutkan pemberian tali asih kepada siswa terdampak MBG di Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (7/10/2026).
Sutrisno mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kader untuk hadir dan membantu masyarakat yang menghadapi persoalan.
“Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Kalau ada yang bisa kami lakukan untuk membantu, kami akan berusaha hadir,” pungkasnya.








