MEDAN | DANews.id – Pemerintah Kota Medan mengapresiasi pelatihan fotografi dasar yang digelar Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, Rabu (7/10/2026).
Pelatihan yang diikuti 50 pelajar dan mahasiswa se-Kota Medan tersebut dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane.
Dalam sambutannya, Arrahmaan menyampaikan apresiasi kepada pengurus baru PWPM yang menginisiasi kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, pelatihan fotografi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan visual sekaligus ikut membangun citra positif Kota Medan.
“Melalui pelatihan fotografi dasar ini, para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa diharapkan ke depannya bisa menjadi influencer bagi Kota Medan. Karya-karya visual yang dihasilkan dapat membantu mem-branding kota ini ke arah yang lebih baik,” ujar Arrahmaan.
Ia kemudian mengajak peserta memanfaatkan kamera telepon seluler maupun kamera profesional untuk mengangkat berbagai sisi positif Kota Medan.
“Mari kita hilangkan stigma atau julukan negatif seperti ‘Gotham City’ atau ‘Ini Medan Bung’ dalam konotasi buruk. Banyak pembangunan dan perubahan positif yang telah terjadi di Medan. Lewat karya foto dan media sosial, tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Medan sudah berubah,” tegasnya.
Selain membahas pentingnya pesan dalam sebuah foto, Arrahmaan juga memberikan tips fotografi menggunakan telepon seluler. Ia mengingatkan peserta untuk menghindari penggunaan digital zoom karena dapat menurunkan kualitas gambar.
“Kalau pakai handphone, upayakan ‘zoom’-nya adalah kaki kita sendiri—maju atau mundur mendekati objek agar hasilnya tetap tajam. Namun apa pun medianya, baik handphone maupun kamera profesional, semua bisa menghasilkan karya luar biasa selama memahami teknik dasar dan cerita di balik foto tersebut,” ujarnya.
Arrahmaan menambahkan, kekuatan fotografi tidak hanya terletak pada kualitas gambar, tetapi juga kemampuan foto dalam menyampaikan pesan. Karena itu, peserta perlu memahami sudut pandang dan mampu memilih objek yang memiliki nilai untuk diabadikan.
“Melalui kegiatan ini dapat dikenakan kepada peserta foto apa saja yang bisa diangkat, sehingga foto itu bisa bercerita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar mengajarkan penggunaan kamera. PWPM ingin mendorong generasi muda menjadi pencipta karya dengan memanfaatkan teknologi yang mereka miliki.
“Semangat kami sederhana, yaitu mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya melalui teknologi,” ujar Edison.
Menurut Edison, telepon seluler yang digunakan sehari-hari sudah cukup untuk menghasilkan karya fotografi. Namun, foto yang menarik membutuhkan kemampuan dalam melihat objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, memilih komposisi, hingga membangun cerita.
“Memiliki kamera saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu melihat sebuah objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, memilih komposisi, dan kemudian mengubahnya menjadi sebuah foto yang memiliki cerita,” katanya.
Ia menilai fotografi memiliki manfaat luas bagi generasi muda, mulai dari jurnalistik, media sosial, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif hingga personal branding.
Menurutnya, sebuah foto dapat memperkenalkan produk, merekam peristiwa sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.
Karena itu, Edison meminta peserta terus mengasah kemampuan setelah pelatihan berakhir. Ia menekankan bahwa kemampuan fotografi tidak lahir secara instan, melainkan melalui keberanian untuk terus mencoba.
“Jangan takut mencoba. Jangan takut hasil foto kita belum sempurna. Karena kemampuan tidak lahir dalam satu hari. Kemampuan lahir dari keberanian untuk mencoba berkali-kali,” ungkapnya.
Edison juga mengajak peserta menggunakan kamera yang dimiliki untuk merekam berbagai cerita positif di lingkungan sekitar.
“Jangan hanya menyimpan kamera di dalam tas. Keluarkan, gunakan, dan abadikan cerita-cerita baik di sekitar kita,” pesannya.
Pelatihan fotografi dasar tersebut menghadirkan dua jurnalis foto berpengalaman sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik fotografi jurnalistik dan fotografi kreatif.








