Hukrim

​Polsek Medan Tembung Diduga Lambat Tanggapi Laporan Curat, Driver Ojol Datangi Polrestabes Medan

×

​Polsek Medan Tembung Diduga Lambat Tanggapi Laporan Curat, Driver Ojol Datangi Polrestabes Medan

Sebarkan artikel ini
Korban bersama puluhan driver ojol mendatangi Mapolrestabes Medan untuk melaporkan kasus pencurian sepeda motor.
Korban bersama puluhan driver Ojol yang tergabung dalam komunitas dan solidaritas Ojol mendatangi Mapolrestabes Medan, Rabu (29/7/2026) malam. (Foto/Ist)

MEDAN | DANews.id — Wilayah hukum (Wilkum) Polsek Medan Tembung rawan aksi tindak pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat). Selain itu, para pelaku kini telah berani melancarkan aksinya secara terang-terangan di dalam sebuah gang yang kondisinya sedang ramai.

​Nasib malang tersebut dialami salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) saat hendak menjemput calon penumpang. Korban menjadi korban Pencurian Dengan Pemberatan di Jalan Prima Gang Melati IV, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (26/7/2026) sekira pukul 23.00 WIB.

​Bagus Prayoga selaku korban sekaligus warga Jalan Bromo Gang Satia Blok B No. 3, Kecamatan Medan Denai, menceritakan kronologi kejadian saat berada di depan Polrestabes Medan pada Rabu (29/7/2016) malam. Ketika itu, pria berusia 32 tahun tersebut sedang menjemput calon penumpang Ojol di Jalan Prima Gang Melati IV, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan. Selanjutnya, korban didatangi dua orang pria yang bertanya, “Bang, mau ke mana?”. Korban lalu menjawab, “Mau menjemput penumpang.” Seketika itu pula, kedua pria tersebut mendorong korban hingga terjatuh dan memukulinya secara membabi buta. Setelah itu, korban mengambil kunci sepeda motor Honda Vario BK 3795 AHV miliknya dan meninggalkan kendaraan tersebut dalam keadaan setang terkunci.

​“Awalnya dua orang pelaku yang mendatangi ku, gak lama kawan-kawan kedua pelaku yang berkisar 10 orang datang sambil membawa kayu dan batu mau menghajar ku bang, lalu aku langsung menghindar dan meninggalkan sepeda motor ku dalam keadaan stang terkunci,” ungkap korban.

Selanjutnya, pengemudi Ojol itu mengungkapkan bahwa para pelaku membawa kabur sepeda motor miliknya dalam kondisi setang terkunci dengan cara digotong bersama-sama. Anehnya, kondisi warga saat itu sedang ramai, tetapi satupun warga tidak ada yang berani membantu maupun menggagalkan peristiwa pencurian dan pemberatan tersebut.

​“Kami takut membantu bang, nanti rumah kami dilempari orang itu,” ucap Bagus menirukan ucapan warga sekitar.

Usai menguasai sepeda motor korban, para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian begitu saja. Merasa telah menjadi korban Pencurian Dengan Pemberatan, korban lantas mendatangi Polsek Medan Tembung untuk membuat laporan kepolisian. Akibat peristiwa itu, korban kehilangan sepeda motor Honda Vario BK 3795 AHV dengan kerugian yang ditaksir sebesar Rp5.000.000 (lima juta rupiah).

​Karena merasa laporan rekan sesama Ojol lambat ditangani, puluhan pengemudi Ojol yang tergabung dalam komunitas dan solidaritas Ojol mendatangi Mapolsek Medan Tembung. Kedatangan mereka bertujuan meminta personel Polsek Medan Tembung segera turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengerebekan, karena korban menduga pelaku berikut sepeda motornya masih berada di tempat kejadian.

​Namun, salah satu personel Polsek Medan Tembung mengaku pihaknya tidak berani turun ke lokasi untuk melakukan pengerebekan.

​“Kami takut melakukan pengerebekan dengan kondisi personil kami yang ada saat ini, mesti dengan kekuatan penuh untuk melakukan pengerebekan ke lokasi kejadian,” ujar Bagus menirukan ucapan salah seorang anggota Polsek Medan Tembung saat berada di Polsek Medan Tembung, Rabu (29/7/2026).

Merasa tidak mendapat respons yang memuaskan, puluhan pengemudi Ojol yang tergabung dalam komunitas dan solidaritas Ojol akhirnya menggeruduk Mapolrestabes Medan. Mereka meminta Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, S.I.K., M.H., untuk menurunkan anggotanya agar bersama-sama dengan para Ojol turun ke lokasi kejadian guna melakukan pengerebekan.

​Menanggapi permintaan puluhan pengemudi Ojol tersebut, Kasat Intelkam Polrestabes Medan Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H., meminta korban untuk bersabar dan memastikan laporan korban tetap diproses apabila dua alat bukti sudah terpenuhi.

​“Saya berharap kepada rekan-rekan sekalian bersabar, proses laporan korban dilakukan secara bertahap, terkecuali pelaku tadi telah diamankan, bisa langsung diserahkan ke Polsek Medan Tembung gunakan proses langsung dan menunggu waktu lama,” ujar Kasat Intelkam Polrestabes Medan di hadapan para driver Ojol.

Selain itu, Kasat Intelkam Polrestabes Medan menyebutkan bahwa pihaknya telah menurunkan personel JCS ke lokasi kejadian serta menghubungi Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung Iptu Parulian Sitanggang. Langkah itu diambil untuk menemani beberapa pengemudi Ojol turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan segera mengamankan pelaku jika menemukannya di tempat kejadian.

​Mendapat tanggapan tersebut, puluhan pengemudi Ojol akhirnya membentuk tim untuk menemani petugas dalam melakukan pengintaian terhadap para pelaku sambil membubarkan diri dengan tertib.

Baca Juga  Oknum Penyidik Polrestabes Medan Diduga Halangi Warga Jenguk Keluarganya yang Ditahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *