MEDAN | DANews.id — Cuaca ekstrem melanda Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) sore dan menyisakan pemandangan mengkhawatirkan. Warga bernama Madin yang berada di rumah lantai 3 merekam video amatir yang memperlihatkan secara langsung bagaimana hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir menyapu kawasan pemukiman di Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, hingga menyebabkan atap seng berterbangan di udara.
“Saya lagi di rumah sedang bersantai, tiba-tiba suara keras terdengar. Lalu saya membuka pintu dan melihat atap seng sudah berterbangan, hujan deras serta angin kencang disertai petir,” ujar Madin, warga Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal.
Dari ketinggian lantai 3 rumahnya, Madin menyaksikan dengan jelas butiran hujan yang turun begitu deras hingga mengurangi jarak pandang. Angin menderu kencang, lalu lembaran seng atap rumah terlepas satu per satu dan angin menerbangkannya menyeberangi jalan. Madin berteriak kaget melihat kejadian tersebut dari jendela kamarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, berada dalam pengaruh belokan angin dan pertemuan massa udara yang menciptakan ketidakstabilan atmosfer. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan tebal yang bergerak cepat dan menyertai angin kencang serta aktivitas petir yang tinggi.
Angin yang berkecepatan mencapai 40–50 km/jam itu merambah hampir seluruh penjuru kota. Khususnya di kawasan Medan Sunggal, tepatnya di Kelurahan Babura, warga melaporkan bahwa atap seng bangunan berterbangan dan mengganggu aktivitas di sekitar pemukiman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menghimpun laporan adanya korban jiwa dan kerusakan yang disebabkan cuaca buruk. Kerugian materi sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Lebih lanjut, BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Kota Medan. Hingga Rabu (19/8/2026), wilayah Kota Medan masih berpotensi diguyur hujan yang disertai petir. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 62 hingga 99 persen.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga tetap waspada. Masyarakat diminta memperkuat bangunan, menghindari berteduh di bawah bangunan yang tidak kokoh, dan selalu memantau informasi cuaca resmi.








