Daerah

Nelayan Batu Merah 10 Hari Tak Bisa Melaut, Air Keruh Diduga Akibat Aktivitas PT McDermott Batam

×

Nelayan Batu Merah 10 Hari Tak Bisa Melaut, Air Keruh Diduga Akibat Aktivitas PT McDermott Batam

Sebarkan artikel ini
Perairan Batu Merah, Batam yang keruh diduga akibat kegiatan pendalaman alur di sekitar kawasan PT McDermott, membuat nelayan tidak bisa melaut, Agustus 2026.
Kondisi air laut di kawasan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, yang tetap keruh diduga akibat kegiatan pendalaman alur di lokasi PT McDermott. Sekitar 40 kepala keluarga nelayan sudah 10 hari tidak bisa mencari udang dan ketam. (Foto/Dok)

BATAM | DANews.id — Puluhan keluarga nelayan di kawasan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, kini terancam kehilangan mata pencaharian harian, Kamis (6/8/2026).

Air laut yang keruh diduga akibat kegiatan pendalaman alur di sekitar lokasi PT McDermott membuat mereka tidak lagi bisa mencari udang dan ketam. Sudah sekitar sepuluh hari mereka tidak melaut tanpa ada kepastian kapan kondisi akan membaik.

Liana (50), warga RT 17 RW 05, mengaku sangat terganggu dengan perubahan kondisi laut yang terjadi belakangan ini. Wira (40), nelayan pantai setempat, menyebut perairan tempatnya mencari nafkah kini tidak lagi mendukung aktivitas melaut.

Adi (38), warga lain yang tinggal dekat lokasi, menyaksikan sendiri kapal yang melakukan penyedotan material. Ia melihat lumpur hasil sedotan dibuang ke arah tengah laut. (Catatan: pernyataan ini keterangan narasumber dan masih perlu verifikasi pihak berwenang.)

Ketua RT 17 RW 05 menjelaskan, sekitar 40 kepala keluarga ikut merasakan dampak tersebut.

“Warga kami sangat dirugikan. Kami di sini nelayan pantai, bukan nelayan laut. Biasanya warga mencari udang dan ketam untuk tambahan belanja keluarga. Sekarang sudah sekitar sepuluh hari tidak bisa melaut. Dulu hasilnya lumayan, sekarang kami bingung harus mencari penghasilan dari mana,” ujarnya.

Ketua RW 05, Sutiono, berharap perusahaan dan pemerintah tidak membiarkan warga menanggung kerugian sendirian.

“Kalau memang ada kegiatan yang berdampak kepada masyarakat, tolong warga di sini diperhatikan. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya tanpa ada solusi maupun perhatian,” tambahnya.

Warga telah mengadu ke instansi terkait, namun hingga kini belum ada solusi nyata. PT McDermott, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, maupun BP Batam belum memberikan penjelasan yang memuaskan. Sementara itu, nelayan terus menunggu di tepian, berharap laut kembali jernih dan mereka bisa mencari nafkah seperti sedia kala.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Raih Penghargaan Platinum P2HIV-AIDS Tingkat Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *