Medan

Warga Medan Denai Keluhkan Sarang Narkoba Jermal 15, Rico Waas Janji Penindakan Terus-Menerus

×

Warga Medan Denai Keluhkan Sarang Narkoba Jermal 15, Rico Waas Janji Penindakan Terus-Menerus

Sebarkan artikel ini
Megawati Harahap dan warga lain meminta pemerintah segera bersihkan sarang narkoba di Jermal 15 Ujung. Rico Waas menegaskan narkoba adalah musuh bersama, pembongkaran dan penindakan akan dilakukan terus-menerus.
Warga Medan Denai menyampaikan keluhan peredaran narkoba di Jermal 15 Ujung kepada Wali Kota Rico Waas saat kegiatan Sapa Warga, Sabtu (15/8/2026). (Foto/Dok)

MEDAN | DANews.id — Pemko Medan menggelar gotong royong massal secara serentak di 21 kecamatan pada Sabtu (15/8/2026) untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan Indonesia Asri guna menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan gotong royong massal berjalan dengan baik. Salah satu lokasi yang dikunjungi Rico Waas yakni di Kecamatan Medan Denai, tepatnya di Jalan Keramat Indah, Kelurahan Medan Tenggara. Selain membersihkan lingkungan, seluruh kecamatan juga melaksanakan aksi penanaman pohon.

Pada kegiatan tersebut, Rico Waas bersama Anggota DPRD Medan Afif Abdillah, segenap pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta Camat Medan Denai ikut memantau aktivitas gotong royong yang melibatkan masyarakat. Sejumlah alat berat juga diturunkan ke lokasi. Tidak hanya di Medan Denai, Rico Waas juga memantau pelaksanaan gotong royong di kecamatan lainnya melalui layar monitor.

“Hari ini kita kembali gotong royong dan menyapa warga. Bedanya, hari ini dilaksanakan serentak di 21 kecamatan yang dipimpin oleh para camat. Ini dilakukan dalam rangka menyambut 17 Agustus sekaligus menggerakkan pasukan dan masyarakat untuk membersihkan daerah masing-masing,” jelas Rico Waas.

Selain memantau gotong royong, Rico Waas juga melaksanakan kegiatan sapa warga. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan yang disampaikan warga.

Tidak hanya mendengarkan, Rico Waas juga merespons cepat berbagai keluhan warga. Mulai dari persoalan banjir dan drainase, penanganan sampah di permukiman, lampu penerangan jalan umum (LPJU), ketersediaan air bersih, program bantuan pemerintah, hingga persoalan administrasi kependudukan. Bahkan persoalan narkoba yang marak di wilayah tersebut menjadi salah satu keluhan warga yang mendapat perhatian khusus dari Rico Waas.

Baca Juga  RAPBN 2027 Fokus Kesejahteraan Rakyat, Rico Waas Catat Renovasi Puskesmas dan Delapan Prioritas Nasional

Megawati Harahap (76), seorang pensiunan Dinas Kesehatan Kota Medan yang tinggal di Jermal 12, secara terbuka meminta ketegasan Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menggulung habis sarang narkoba di kawasan Jermal 15 Ujung.

“Mohon sama Bapak Wali Kota, ini (narkoba di Jermal 15 Ujung) untuk segera dibersihkan! Kami ibu-ibu di sini sangat-sangat mengharapkan. Anak-anak kami takut kena narkoba, kami sering kehilangan anak, rupanya sudah di sana,” ujar Megawati. Ucapan tersebut disambut teriakan setuju dan tepuk tangan riuh dari ratusan warga yang hadir.

Selain merusak mental remaja, peredaran narkoba tersebut dinilai menjadi pemantik tingginya angka kriminalitas di pemukiman warga. Megawati membeberkan bahwa maraknya aksi pencurian barang hingga kekhawatiran terhadap anak gadis mereka yang mulai terpengaruh arus pergaulan bebas narkoba sudah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Menanggapi kekhawatiran warga terkait peredaran barang haram tersebut, Rico Waas menyebut narkoba sebagai “musuh bersama” yang merusak generasi muda dan pilar keluarga. Ia memastikan Pemko Medan terus berkoordinasi erat dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk melakukan penindakan secara berkala dan berkesinambungan.

“Narkoba ini musuh bersama kita. Dari keluarga, kita wajib melarang dan mengawasi anak-anak kita. Pemko Medan bersama aparat kepolisian dan TNI tidak akan tinggal diam dan terus mendorong agar pembongkaran serta penindakan narkoba, seperti di kawasan Jermal 15, dilakukan secara terus-menerus,” jelas Rico Waas.

Kemudian, Rico Waas menanggapi keluhan warga terkait pembatasan antrean pelayanan administrasi kependudukan. Menurutnya, masyarakat yang telah mendapatkan nomor antrean seharusnya tetap dilayani. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan mengevaluasi petugas di kecamatan agar tidak membatasi pelayanan atau membuat aturan sendiri.

Baca Juga  Rico Waas Dukung Penuh Kenduri Diraja Negeri Deli 27 Agustus 2026

“Kalau sudah masuk antrean ini harus dilayani. Tolong Pak Kadis, bereskan permasalahannya. Jangan membatas-batasi dan jangan membuat aturan sendiri pada anggota Bapak,” tegas Rico Waas.

Rico Waas juga menjelaskan bahwa Pemko Medan telah mengembalikan pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP dan KK ke tingkat kecamatan untuk menghindari penumpukan warga di satu lokasi. Ia menegaskan tidak ada pembatasan dalam pengurusan dokumen kependudukan dan seluruh pelayanan diberikan secara gratis.

Selanjutnya, Rico Waas menjelaskan bahwa program Sapa Warga ini bertujuan untuk menampung berbagai kendala dan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. “Fungsi Sapa Warga ini adalah menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kami juga menitipkan pesan kepada camat dan lurah untuk terus mendengar dan bergerak cepat merespons setiap permasalahan warga,” ucap Rico Waas.

Di akhir pertemuan, Rico Waas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih serta menjaga kebersamaan demi mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *