JAKARTA | DANEWS.ID — Kebutuhan anggaran Basarnas 2026 mencapai Rp2,272 triliun, tetapi pagu akhir hanya Rp1,455 triliun, sehingga terdapat selisih sekitar Rp817 miliar untuk memenuhi kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan tersebut.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras mengatakan keterbatasan anggaran menjadi persoalan karena kebutuhan operasi SAR sulit diprediksi. Basarnas harus siap menghadapi kecelakaan, bencana, maupun kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
“Kita sangat mendukung agar Basarnas mendapatkan penambahan anggaran. Kita tidak dapat mengetahui berapa kebutuhan atau kejadian yang membutuhkan Basarnas, terutama bencana yang sulit diprediksi kapan dan di mana terjadi,” ujar Andi Iwan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Andi Iwan, keterbatasan anggaran juga berdampak pada pemenuhan peralatan SAR, seperti helikopter, kapal pencarian dan pertolongan, serta teknologi pendukung.
“Dukungan anggaran sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk operasional, tetapi juga peralatan rescue dan pencarian. Keterbatasan peralatan akan membuat kemampuan Basarnas menjalankan tugas pencarian dan pertolongan tidak maksimal,” katanya.
Sorotan terhadap keterbatasan anggaran Basarnas sebelumnya disampaikan Komisi V dalam pembahasan APBN 2026. Pada Januari 2026, pagu efektif Basarnas tercatat Rp1,484 triliun setelah mengalami pemotongan Rp69,36 miliar dari pagu Rp1,553 triliun.
Basarnas kemudian menyebut pagu akhir 2026 sebesar Rp1,455 triliun setelah penyesuaian kebijakan, pemblokiran anggaran, dan penajaman belanja. Hingga Mei 2026, Basarnas telah menangani 784 operasi SAR dengan 5.085 korban.
Andi Iwan berharap pemerintah menambah anggaran Basarnas hingga akhir 2026 dan memperkuat alokasi 2027, terutama untuk peralatan teknis. Menurutnya, kelengkapan sarana SAR penting untuk mengejar waktu kritis dalam operasi penyelamatan.
“Keinginan Presiden untuk menambahkan anggaran ini sangat kami dukung. Untuk tahun 2026, kita mengetahui bahwa anggaran Basarnas juga sudah tidak mencukupi. Sementara masih ada beberapa bulan untuk tahun 2026 ini,” paparnya.
“Kalau didukung dengan peralatan yang baik, baik itu helikopter, kapal-kapal pencarian dan pertolongan, maupun teknologi tertentu, itu bisa mengejar golden time tersebut. Kita ingin keselamatan dan penyelamatan dapat dilakukan secara maksimal,” pungkasnya.








