Medan

Lomba Menu B2SA, Rico Waas Minta Hasil Karya PKK Dipasarkan

×

Lomba Menu B2SA, Rico Waas Minta Hasil Karya PKK Dipasarkan

Sebarkan artikel ini
Rico Waas dan Airin Rico Waas meninjau serta mencicipi kreasi menu B2SA dari 21 kecamatan dalam Lomba Cipta Menu B2SA Kota Medan 2026.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas meninjau dan mencicipi aneka kreasi pangan lokal peserta Lomba Cipta Menu B2SA di Gedung Warenhuis, Rabu (4/11/2026). (Foto/Dok)

MEDAN | DANews.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong inovasi kuliner berbahan pangan lokal hasil kreasi Tim Penggerak (TP) PKK agar tidak berhenti sebagai produk perlombaan. Bahkan, ia meminta menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) diperkenalkan kepada masyarakat luas hingga diadaptasi menjadi menu di hotel.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Medan Tahun 2026 di Gedung Warenhuis, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kota Medan dengan tema “Inovasi Kuliner Lokal Kota Medan, Ayo Makan Ikan untuk Medan Berkelanjutan” itu diikuti 21 TP PKK kecamatan se-Kota Medan.

Beragam kreasi pangan lokal ditampilkan dalam perlombaan tersebut. Mulai dari nasi kentang kukus, aneka olahan ikan, sayur urap daun kelor tenggiri, ebi sayuran, bola-bola seafood hingga lontong singkong.

Rico Waas mengapresiasi kreativitas para kader PKK yang mampu menghadirkan hidangan dengan tampilan menarik, cita rasa inovatif, serta kandungan gizi yang diperhatikan.

Ia menegaskan, hasil kreativitas peserta, khususnya para pemenang, harus memiliki keberlanjutan dan dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta agar resep-resep terbaik didokumentasikan dalam bentuk buku katalog menu.

“Saya tidak mau kalau kita hanya berakhir di sini lomba karyanya, tapi kita juga mau itu berlanjut dan diperkenalkan kepada publik lebih luas. Nanti kita minta dari PHRI menunya akan diadaptasikan, masuk ke dalam Hotel Grand Mercure, dan kita minta di situ dari level PKK dan juga ketahanan pangan ada di sana,” tegas Rico Waas.

Menurutnya, kreasi pangan lokal tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari promosi kuliner Kota Medan. Dengan demikian, hasil inovasi para kader PKK tidak hanya dikenal melalui perlombaan, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat dan diperkenalkan melalui sektor pariwisata.

Baca Juga  Rico Waas: Pembinaan UMKM Harus Berujung pada Income

“Makanan yang diperlombakan ini ada kreasi, ada gizinya, dan layak untuk diperkenalkan ke publik karena ini kreasi anak-anak kita dari kecamatan,” ujar Rico.

Selain mendorong pengembangan kuliner lokal, Rico juga mengingatkan pentingnya penerapan pola makan sehat di lingkungan keluarga. Ia menyoroti kebiasaan mengonsumsi jajanan luar, gorengan, serta makanan tinggi lemak yang perlu lebih diperhatikan.

Melalui inovasi pengolahan ikan dan penggunaan bahan pangan lokal, ia berharap masyarakat semakin terbiasa menyajikan makanan sehat, higienis, dan bergizi di rumah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas mengapresiasi kreativitas peserta dari 21 kecamatan yang mengikuti lomba tersebut.

Menurut Airin, ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang aman, seimbang, dan bergizi.

“Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan bahan makanan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengonsumsi pangan yang aman, seimbang, dan bergizi agar masyarakat Medan tidak hanya kenyang, melainkan juga sehat, cerdas, serta produktif,” jelasnya.

Airin juga mengagumi berbagai inovasi olahan pangan lokal dengan teknik penyajian modern. Salah satunya olahan ikan mas tanpa duri menyerupai siomay yang dinilainya ramah untuk dikonsumsi anak-anak.

Ia berharap gerakan B2SA tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi diterapkan secara nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.

“Saya berharap gerakan B2SA ini tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata, tetapi terus diimplementasikan secara nyata di lingkungan rumah tangga, sekolah, hingga komunitas demi memperkuat ketahanan pangan di Kota Medan,” ujar Airin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli PKK Ny. Martinijal Zakiyuddin, Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ny. Fahriatunisa Erfin, Ketua PHRI Sumut Melky Waas, Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Medan Reni Priska Panjaitan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Baca Juga  "Masyarakat Jabatan Tertinggi", Tegas Wali Kota Medan Rico Waas Saat Lantik 69 Pejabat  

Dalam kegiatan itu, Rico Waas didampingi Airin Rico Waas juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Cipta Menu B2SA Tahun 2026.

Kecamatan Medan Timur berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Medan Kota sebagai juara kedua dan Kecamatan Medan Polonia sebagai juara ketiga.

Sementara itu, juara harapan pertama diraih Kecamatan Medan Maimun, juara harapan kedua Kecamatan Medan Marelan, dan juara harapan ketiga Kecamatan Medan Area.

Sebelum penyerahan hadiah, Rico Waas bersama Airin turut meninjau meja seluruh peserta dan mencicipi berbagai kreasi menu pangan lokal yang disajikan dalam perlombaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *