JAKARTA | DANEWS.ID — Komisi IV DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah muncul pertanyaan mengenai kesesuaian antara wilayah yang dipetakan dengan lokasi kebakaran di lapangan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan pemetaan yang akurat penting untuk menentukan langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla. Pemerintah perlu mencocokkan data wilayah rawan dengan lokasi kebakaran aktual agar pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
“Kita perlu lihat juga di pemetaan-pemetaan itu, sudah ada tadi saya lihat ditayangkan itu daerah rawan kebakaran. Apakah terjadi kebakaran di daerah rawan, apa justru bukan di daerah yang dipetakan itu terjadi,” kata Alex dalam RDP dan RDPU Panja Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, evaluasi pemetaan perlu diikuti dengan penguatan data penanganan karhutla. Komisi IV melalui Panja juga meminta data mengenai kondisi lahan gambut, wilayah yang telah direstorasi, lokasi kebakaran berulang, serta perusahaan yang pernah dikenai sanksi.
“Ini saya kira perlu kita evaluasi total, kaitan dengan pencegahan maupun penanggulangannya, sehingga tidak menjadi kerjaan rutin kita setiap tahun,” ujarnya.
Alex menegaskan, data tersebut diperlukan untuk memperbaiki strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla secara berkelanjutan.








