Daerah

Banjir Lau Solu Ancam Lahan Pertanian, PDIP Sumut Desak Pemerintah Bertindak

×

Banjir Lau Solu Ancam Lahan Pertanian, PDIP Sumut Desak Pemerintah Bertindak

Sebarkan artikel ini
Banjir merendam kawasan Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Banjir menggenangi kawasan Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. PDIP Sumut mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani banjir dan melindungi petani. (Foto/Dok)

KARO | DANews.id – PDI Perjuangan Sumatera Utara mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret menangani banjir yang merendam Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Banjir tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam lahan pertanian dan pendapatan petani.

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, S.T., mengatakan pemerintah perlu segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, penanganan banjir tidak boleh hanya dilakukan ketika air sudah meluap. Pemerintah juga harus mengevaluasi infrastruktur pengairan dan menghitung potensi kerugian yang dialami masyarakat, khususnya petani.

“Pemerintah harus segera turun ke lapangan dan memastikan apa yang menjadi penyebab banjir di Lau Solu. Jangan hanya melakukan penanganan ketika air sudah meluap, tetapi membiarkan persoalan yang sama terus terjadi. Lahan pertanian yang terendam berarti ada potensi kehilangan hasil panen dan pendapatan petani. Karena itu, kami meminta pemerintah segera menghitung kerugian masyarakat dan menyiapkan langkah penanganan yang jelas, termasuk pembenahan infrastruktur pengairan di kawasan tersebut,” ujar Sutrisno, Senin (2/11/2026).

Ia juga meminta pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk mengevaluasi kondisi sungai, saluran irigasi, drainase, serta infrastruktur pengendalian banjir.

Sutrisno menilai, persoalan banjir di Lau Solu berkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Jika lahan pertanian terus terendam, dampaknya berpotensi mengurangi hasil panen serta memengaruhi pendapatan petani dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo, Iriani Br. Tarigan, meminta pemerintah segera melakukan pendataan terhadap masyarakat dan petani yang terdampak banjir.

Baca Juga  Drum Beraroma Kimia di Dapur XII Sagulung Lenyap 24 Jam Usai Viral, DLH Batam Didesak Sidak

Ia menekankan pentingnya pendataan luas lahan pertanian yang terendam, kondisi tanaman, serta potensi kerugian agar bantuan dan langkah pemulihan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi masyarakat dan petani yang terdampak. Pemerintah harus hadir, melakukan pendataan secara menyeluruh, melihat kebutuhan di lapangan, dan memastikan ada langkah nyata untuk membantu masyarakat. Jangan sampai petani dibiarkan menghadapi sendiri kerugian yang mereka alami,” tegas Iriani.

Iriani juga mendorong perangkat daerah dan instansi teknis terkait segera berkoordinasi dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabanjir.

Menurutnya, penanganan banjir di Lau Solu harus disertai perencanaan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air yang berorientasi pada pencegahan, sehingga masyarakat dan petani tidak terus menghadapi ancaman banjir setiap musim hujan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Petani membutuhkan kepastian agar dapat kembali beraktivitas dan tidak terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. Ini bukan hanya persoalan Desa Lau Solu, tetapi juga menyangkut kepentingan pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Karo,” tutup Iriani.

PDI Perjuangan Sumatera Utara berharap pemerintah dan instansi terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui langkah penanganan yang terukur, termasuk perlindungan terhadap masyarakat serta pemulihan lahan pertanian yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *