MEDAN | DANews.id — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak generasi muda menanamkan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Medan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rico, patriotisme harus dimulai dari kecintaan terhadap tanah air, termasuk mengenal dan peduli terhadap lingkungan serta kota tempat tinggal.
“Bagaimana kita berpatriotik? Ya, kecintaan kita kepada tanah air, mengenal kembali tanah air kita, mengenal kembali tanah kelahiran kita, kota kita. Apabila kita sudah mengenal, sifat-sifat patriotik ini akan menumbuhkan keinginan untuk membela dan membangun bangsanya,” ujar Rico.
Ia mengatakan, patriotisme harus disertai kegigihan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan kebencanaan dan ekonomi. Generasi muda, lanjutnya, harus memiliki daya juang dan optimisme untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju.
“Dengan segala kondisi yang ada di tengah bangsa kita, masalah-masalah kebencanaan, permasalahan ekonomi dan lain sebagainya, tentu kita harus gigih. Kita harus kuat dengan segala daya upaya kita dan optimistis bahwa bangsa kita bisa maju,” tegasnya.
Selain itu, Rico menekankan pentingnya empati terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian, terutama anak-anak yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
“Kalau misalnya kita mempunyai sesuatu hal lebih, tentunya kita harus berempati. Begitu banyak masyarakat kita yang masih membutuhkan perhatian, adik-adik kita, bahkan masih banyak anak-anak kita yang belum bersekolah. Jadi, empati kita ini harus bisa dipupuk dengan baik,” ungkapnya.
Rico menilai patriotisme, kegigihan, dan empati perlu ditanamkan sejak dini. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan, tetapi juga tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Ia pun mengajak pemuda agar tidak ragu menghadapi tantangan dan tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia.
“Kadang-kadang kita mungkin merasa, mungkinkah kita menjadi negara yang maju dan kuat? Bisa. Yakinlah, kita harus optimistis untuk itu,” tuturnya.
Sebelumnya, saat menjadi inspektur upacara, Rico membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Sambutan tersebut menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Rico.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, para asisten, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kota Medan, anggota Pramuka, dan organisasi kepemudaan.
Rico berharap generasi muda terus berkontribusi melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.








