Lampung Selatan | DANews.id – Tangis seorang ibu pecah di media sosial. Namanya Rusmini. Warga Desa Jatimulyo, Jati Agung, Lampung Selatan. Anaknya umur 7 tahun, tapi belum dapat bangku SD.
Sekolah terdekat? UPTD SDN 1 Jatimulyo. Jaraknya dekat dari rumah. Tapi pendaftaran SPMB 2026/2027 nggak tembus.
Rusmini ngaku sudah bolak-balik ke sekolah cari solusi. Hasilnya? Nihil. Anaknya belum dapat kepastian diterima. Lewat video viral, Rusmini nggak cuma curhat. Dia ngeluh.
“Persyaratan dan mekanisme SPMB menyulitkan masyarakat, khususnya keluarga ekonomi terbatas,” katanya sambil nangis.
Putus asa, Rusmini minta tolong semua pihak. Dari Pemkab Lampung Selatan, Pemprov Lampung, sampai tokoh viral “Paman Acong”.
Berdasarkan pengumuman resmi, SDN 1 Jatimulyo buka kuota 56 siswa baru tahun ini. Jalurnya 3: domisili, afirmasi, mutasi.
Tapi kenapa anak yang rumahnya dekat malah nggak masuk? Itu yang jadi tanda tanya warganet.
Video Rusmini sekarang banjir komentar. Netizen ramai bahas: SPMB 2026 udah bener-bener mudahkan warga, atau malah bikin pusing?
Sampai berita ini naik, belum ada klarifikasi resmi dari UPTD SDN 1 Jatimulyo maupun Dinas Pendidikan Lampung Selatan.
Kasus ini jadi tamparan. Program wajib belajar 12 tahun, tapi akses SD terdekat masih jadi drama orang tua. (Red)
