DANews.id | MEDAN – Video viral yang beredar di media sosial menghebohkan warga Sumatera Utara. Dalam rekaman itu, sekelompok pria yang diduga anggota TNI tertangkap kamera saat membawa 16 ekor lembu milik warga di Desa Sei Siarti, Kabupaten Labuhan Batu, Sabtu (27/6/2026).
Hewan ternak tersebut diketahui milik seorang janda bernama Boru Sinaga.
Dalam video viral tersebut, terlihat warga melabrak kelompok pria berjumlah sekitar satu kompi yang tampak membawa senjata api saat menggiring lembu.
Protes warga pun pecah di lokasi kejadian.
“Aparat bikin keributan. Mereka curi lembu. Siapa yang membenarkan perbuatan ini?” teriak salah seorang warga, terdengar jelas dalam rekaman.
Aksi tersebut memicu kekecewaan besar. Masyarakat menilai tindakan itu mencoreng institusi TNI, yang seharusnya bertugas melindungi rakyat, bukan mengambil harta milik warga sipil, apalagi milik seorang janda.
Konfirmasi ke Kapolres Labuhan Batu AKBP Wahyu Endrajaya melalui telepon seluler belum membuahkan hasil.
Menanggapi video yang viral, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy SIP angkat bicara. Ia mengaku telah menerima laporan dari Dandim Labuhan Batu terkait video tersebut.
“Saya mendapat keterangan dari Dandim. Kabarnya kejadian ini sudah berlangsung cukup lama. Tim kami menyelidiki kebenaran isi video. Kami pastikan apakah benar ada keterlibatan anggota TNI,” jelas Sandy melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/6/2026).
Sandy menegaskan, Kodam I/Bukit Barisan tidak akan mentolerir pelanggaran.
“Jika bukti menunjukkan ada personel terlibat, Kodam I/BB akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan. Kami proses kasus ini sampai tuntas,” tegasnya. (Jhonson Siahaan)












