MEDAN |DANews.id – Sebagai perhelatan akbar yang digelar untuk merayakan usia keemasan, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 digadang-gadang hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan menjadi daya tarik utama masyarakat.
Namun, kenyataan di lapangan terlihat jauh berbeda. Berbagai laporan menyebutkan bahwa kawasan PRSU justru terlihat sepi pengunjung, banyak pemilik stan yang mengeluh kerugian, serta muncul sorotan atas harga tiket yang terbilang mahal.
Meskipun dipromosikan sebagai ajang yang penuh daya tarik dan dikunjungi orang dari berbagai daerah, sejumlah sudut lokasi di kawasan Tapian Daya, Medan, terlihat sepi tanpa banyak pengunjung.
Banyak stan pameran dan kuliner yang hanya didiami oleh penjual tanpa ada pembeli yang berdatangan. Hal ini membuat para pelaku usaha yang sudah menyewa tempat merasa kecewa dan khawatir tidak bisa menutup biaya operasional maupun sewa stan.
Bukan hanya sepi pengunjung, penyelenggaraan ajang kebanggaan Sumatera Utara ini pun menuai kritik. Banyak hal yang dianggap belum tertata rapi meski sebelumnya diklaim telah mengalami pembaruan penataan kawasan. Banyak pihak beranggapan bahwa panitia kurang profesional dalam mengurus perhelatan berskala besar ini.
Mira, salah seorang pengunjung yang datang untuk melihat kemeriahan PRSU ke-50, mengaku sangat kecewa dengan apa yang ia temui.
“Tak ada yang menarik acaranya dan harga tiket nya juga terbilang mahal, kurang worth it lah menurut ku,” ujar Mira saat ditemui di lokasi acara, Rabu (8/7/2026)
Keluhan serupa datang dari para pemilik stan. Mereka menyatakan bahwa sejak pembukaan acara, jumlah pengunjung tidak pernah mencapai target yang diharapkan.
Biaya sewa stan yang cukup tinggi terasa sangat berat untuk ditanggung di tengah pendapatan yang nyaris tidak ada. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa kerugian yang dialami semakin besar seiring berjalannya waktu.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak panitia penyelenggara terkait keluhan-keluhan yang muncul. PRSU ke-50 sendiri dijadwalkan akan tetap berlangsung hingga tanggal 2 Agustus 2026 mendatang.












