Medan

Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibantu Penguatan Ekonomi

×

Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibantu Penguatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Medan Rico Waas lewat Staf Ahli Adlan sampaikan pesan pada Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial di Aula FISIP USU Medan
Staf Ahli Wali Kota Medan Adlan membacakan sambutan Wali Kota Rico Waas dalam Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP USU, Rabu (29/7/2026). Kajian BRIDA dan FISIP USU temukan kemiskinan sebagai faktor utama pemicu kriminalitas. (Foto/Ist)

MEDAN | DANews.id – Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, penanganan penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas tidak cukup hanya lewat penegakan hukum. Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan sosial, serta ketahanan keluarga. Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP USU, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutan yang dibacakannya, Rico Waas menjelaskan bahwa narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan erat. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis data dan lintas sektor.

“Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Selanjutnya, Rico Waas menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan.

“Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan,” katanya. Ia juga menyebutkan tingkat kemiskinan Kota Medan pada tahun 2025 mencapai angka 7,25 persen.

Selain itu, ia mengingatkan perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba harus diperkuat secara menyeluruh. Upaya ini dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, rumah ibadah, hingga ruang publik. Pemko Medan menyatakan kesiapannya bersinergi dengan BNN, Kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan tersebut.

Sementara itu, kajian yang dilakukan BRIDA Medan bekerja sama dengan FISIP USU menyasar lima kecamatan, yaitu Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area. Tim ahli yang diketuai Dr. Fernanda Putra Adela, S.Sos., M.A. melaksanakan penelitian ini bersama anggota Dr. Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si. dan Eka Prahadian Abdurahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I.

Baca Juga  Wali Kota Medan Rico Waas: Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan, Jangan Kerja Biasa

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kelima kecamatan masuk kategori “Bahaya” untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan. Sementara untuk dimensi kriminalitas, statusnya berada di tingkat “Waspada”. Secara rinci, Medan Johor mencatat tingkat kerentanan tertinggi, di mana 57,5 persen responden masuk segmen risiko tinggi. Masyarakat paling banyak mengenal sabu-sabu sebagai jenis narkoba yang dominan, sementara pengaruh teman sebaya menjadi faktor utama pendorong penyalahgunaan.

Lebih lanjut, kajian ini juga menemukan fakta menarik: penyalahgunaan narkoba tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh nyata dan langsung terhadap tingginya angka kriminalitas. Penelitian turut membuktikan adanya hubungan kuat antara defisit kesehatan sosial dan tingkat kemiskinan.

Merespons temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial secara terpadu. Langkahnya meliputi penguatan pencegahan narkoba, dukungan ekonomi bagi masyarakat, peningkatan ketahanan komunitas, serta sinergi lintas sektor. Seminar ini menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAO I. (Direktur PIMANSU) sebagai pembahas, Ira Riska Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si. sebagai moderator, serta dihadiri Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar, perwakilan BNN Sumut, dan sejumlah OPD di lingkungan Pemko Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *