MEDAN | Danews.id – Puluhan mahasiswa BEM Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7/2026).
Mereka mendesak kepolisian segera menindak dan menutup tempat hiburan malam di wilayah hukum Polsek Medan Baru yang dinilai sangat meresahkan masyarakat.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti dua lokasi yakni Grand Fix dan Krypton. Menurut mereka, kedua tempat itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba dan memicu keributan antar pengunjung.
Erwin Silaen selaku koordinator aksi sekaligus Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah menegaskan maksud kedatangan mereka.
“Kedatangan kami hari ini di depan Polrestabes Medan melangsungkan aksi unjuk rasa yang damai dan tertib supaya tidak adanya ketergangguan masyarakat dalam beraktivitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan tuntutan utama kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak. Ia meminta polisi turun langsung melakukan penyelidikan terhadap THM tersebut.
“Tuntutan kami kepada Kombes Pol Calvijn Simanjuntak sebagai Kepala Kepolisian di kota Medan untuk segera melakukan penyelidikan dan turun langsung ke tempat hiburan malam tersebut. Grand fix dan Krypton sering ditemukan transaksi narkoba. Tempat hiburan malam tersebut sudah sangat meresahkan dan sering ada keributan antar pengunjung. Kami harap ditutup secara permanen,” tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pelanggaran jam operasional. Seharusnya tempat hiburan hanya buka sampai pukul 01.00 – 02.00 WIB. Namun faktanya, lokasi itu masih beroperasi hingga pukul 05.00 WIB.
“Jam opersonialnya sudah melanggar yang sudah ditentukan oleh pemerintah yaitu jam 1 sampai dengan jam 2 paling lama. Namun kami lihat bahwa tempat hiburan malam tersebut hampir setiap hari beroperasi sampai dengan jam 5,” kata Erwin.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan pelanggaran lain. Mereka mengaku sering melihat peredaran minuman keras hingga konsumsi obat terlarang di lokasi tersebut.
Di sisi lain, Erwin menegaskan aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan dijawab. Mahasiswa juga akan mengawal laporan yang disampaikan ke Mapolrestabes Medan.
“Kami akan terus melakukan demo di depan Mapolrestabes Medan. Terkhusus kepada kawan-kawan mahasiswa akan terus mengawal ini agar semua apa yang kami sampaikan dan apa yang kami tuntutkan ini teraminkan Kapolres dan menerima aspirasi masyarakat terkhususnya laporan-laporan yang dilaporkan oleh mahasiswa,” tambahnya.
Kendati demikian, mahasiswa tetap mengapresiasi kinerja kepolisian. Namun mereka menilai tidak semua persoalan bisa langsung ditangani Kapolrestabes sehingga masyarakat perlu ikut berkontribusi.
“Kami sangat mengapresiasi Kapolres karena beliau sangat mengayomi masyarakat. Namun tidak semua permasalahan bisa diketahui beliau secara langsung. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa kami berkontribusi dengan menyampaikan aspirasi ini kepada Kapolres agar mendapat informasi dan segera menindaklanjutinya,”` ujarnya. (Red)












