TAPANULI UTARA |DANews.id – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi Bank Sumut yang mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat Tapanuli Utara. Menurutnya, kemudahan pembiayaan tersebut membantu petani, perajin, dan pelaku usaha memperoleh modal untuk mempertahankan serta mengembangkan usaha.
Bambang menyampaikan apresiasi itu saat Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk mengawasi penyaluran KUR di Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (3/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII berdialog dengan Pemkab Tapanuli Utara, Bank Sumut, dan penerima manfaat KUR.
“Kami dari Komisi VII hadir di Sumatera Utara, di Kabupaten Tapanuli Utara, di mana kami ingin mengetahui bagaimana penyaluran KUR yang kebetulan juga dikelola oleh Bank Sumut. Bank Sumut saya apresiasi sekali, proaktif dan betul-betul memperhatikan kepentingan masyarakat,” ujar Bambang.
Selain itu, Bambang menyoroti kemudahan akses KUR hingga Rp100 juta yang dapat diperoleh tanpa agunan tambahan.
“Kredit KUR ini sampai Rp100 juta itu tanpa harus ada agunan. Jadi tanpa agunan, ini tentu sangat membantu. Begitu kita cek semua, tidak ada yang pakai agunan. Jadi ini bukti bahwa penyaluran KUR di wilayah Tapanuli Utara ini sangat bagus,” ungkapnya.
Menurut Bambang, kemudahan tersebut penting karena perekonomian Tapanuli Utara banyak ditopang sektor pertanian dan kerajinan.
“Dari 350 ribu penduduk yang ada di Tapanuli Utara itu mayoritas adalah petani. Ada juga perajin yang terkendala dan enam ribu lebih perajin songket dan lain-lain. Mereka sangat membutuhkan itu,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Lebih lanjut, Bambang menilai KUR juga dapat membantu masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak bencana untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
“Terutama yang terkendala bencana kemarin, ini menjadi satu tujuan daripada Pak Bupati, mendapatkan bantuan bagi yang terkendala bencana yang ada di wilayah Tapanuli Utara. Ini gebrakan yang luar biasa yang kita harapkan masyarakat Tapanuli Utara bisa memanfaatkan,” tuturnya.
Sementara itu, Komisi VII turut mendengarkan pengalaman penerima manfaat KUR. Mereka menyebut pembiayaan tersebut membantu memenuhi kebutuhan modal dan menjaga keberlangsungan usaha.
Karena itu, Bambang berharap kemudahan penyaluran KUR tetap dipertahankan dengan memastikan pembiayaan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Melalui fungsi pengawasan, Komisi VII DPR RI akan terus mengawal penyaluran KUR agar akses pembiayaan benar-benar memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan produktivitas petani dan perajin, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara.








