MEDAN |DANews.id – PDI Perjuangan meminta seluruh kader menjaga stabilitas politik di tengah rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Instruksi tersebut disampaikan setelah sejumlah gunung api, termasuk Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu, mengalami peningkatan aktivitas.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, meneruskan instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada jajaran kader di Sumatera Utara.
Rapidin meminta seluruh kader, termasuk anggota DPRD dan kepala daerah, mengutamakan kepentingan masyarakat serta membantu penanganan bencana.
“Di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai bencana, seluruh kader PDI Perjuangan harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Jangan sampai situasi bencana justru dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan politik,” kata Rapidin.
Selain itu, Rapidin meminta kader yang berada di lembaga legislatif menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan kepala daerah, meskipun sebelumnya berbeda pilihan politik dalam Pilkada 2024.
Menurutnya, perbedaan politik tidak boleh menghambat pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas. Selama kepala daerah bekerja untuk kepentingan masyarakat, kami akan mendukung dan mengawal pemerintahan agar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rapidin juga meminta kader di daerah terdampak bencana turun langsung membantu masyarakat melalui aksi kemanusiaan, termasuk penyaluran bantuan dan dukungan terhadap pemerintah daerah.
“Dalam situasi seperti ini, kader harus hadir di tengah rakyat. Bantu masyarakat yang membutuhkan, bergerak bersama pemerintah, dan jangan menambah beban dengan konflik politik,” tegasnya.
Karena itu, PDI Perjuangan menegaskan seluruh kader harus mengedepankan gotong royong dan menjaga situasi politik tetap kondusif agar pemerintah dapat fokus menangani bencana serta memenuhi kebutuhan masyarakat.








